Materi Kuliah, Pengetahuan Umum

Close
Selasa, 17 Mei 2016

[8] Pengertian Pantun Menurut Para Ahli dan [6] Jenis/Macam-macam Pantun

Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada disekitarnya dengan menggunakan bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang terhadap fenomena yang ada. Sastra sebagai karya fiksi memiliki pemahaman yang lebih mendalam, bukan hanya sekadar cerita khayal atau angan dari pengarang saja, melainkan wujud dari kreativitas pengarang dalam menggali dan mengolah gagasan yang ada dalam pikirannya.

[8] Pengertian Pantun Menurut Para Ahli dan [6] Jenis/Macam-macam Pantun

Pengertian Pantun

Pantun adalah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsur keindahan penyusunan kosakata. Unsur-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya, sehingga nampak seperti sungguh ada dan terjadi. Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra hadir. Unsur intrinsik sebuah pantun adalah unsur yang secara langsung membangun sebuah cerita. Keterpaduan berbagai unsur intrinsik ini akan menjadikan sebuah pantun yang sangat bagus. Kemudian, untuk menghasilkan pantun yang bagus juga diperlukan pengolahan bahasa. Bahasa merupakan sarana atau media untuk menyampaikan gagasan atau pikiran pengarang yang akan dituangkan sebuah karya yaitu salah satunya pantun tersebut.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2008:1017)
Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. Pantun juga bisa disimpulkan sebagai peribahasa sindiran.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Herman J Waluyo (2005:32)
Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat.

Kaswan dan Rita (2008 : 77)
Pantun adalah jenis puisi melayu lama yang satu baitnya terdiri atas empat larik dan bersajak a-b-a-b. Larik pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan larik ketiga dan keempatr berupa isi.Sampiran tidak berisi maksud, hanya diambil rima persajaknya.Jadi jika hendak membuat pantun, sebaiknya membuat dulu isinya, kemudian menyusul sampirannya.

Edi dan Farika (2008:89)
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara. Dalam bahasa Jawa pantun dikenal sebagai parikan. Sedangkan dalam bahasa Sunda, pantun dikenal sebagai paparikan.

Alisyahbana (2004:1)
Pantun adalah Puisi Lama yang sangat dikenal oleh orang dulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama. Pantun memiliki ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris, dan setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata. Dimana baris pertama dan kedua disebut sampiran dan baris ketiga dan keempat disebut isi.

Hidayati (2010:1)
Pantun merupakan salah satu jenis puisi Melayu lama yang secara luas dikenal di tanah air kita.

Sunarti (2005:11)
Pantun sebagai salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa. Salah satu keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

R.O. Winsted
Pantun tidaklah sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namun ialah sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dendam penuturnya.

Ciri-ciri Pantun

a. Jumlah suku kata dalam tiap baris antara delapan hingga dua belas
b. Setiap bait terdiri atas dua bagian, yang sampiran dan isi
c. Satu bait pantun terdiri dari 4 baris
d. Baris ke-1 dan ke-2 adalah sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 adalah isi pantun
d. Pantun bersajak a-b-a-b 


Jenis-jenis/Macam-macam Pantun

Buku Redaksi Balai Pustaka

Dalam buku Redaksi Balai Pustaka dijelaskan bahwa pembagian pantun itu terbagi menjadi 3 yaitu :

1. Pantun anak-anak
  1. Pantun bersuka cita
  2. Pantun berduka cita
2. Pantun orang muda
  1. Pantun dagang atau pantun nasib
  2. Pantun muda
  3. Pantun jenaka
  4. Pantun berkenalan
  5. Pantun berkasih-kasihan
  6. Pantun berceraian
  7. Pantun beriba hati
3. Pantun orang tua
  1. Pantun nasihat
  2. Pantun adat
  3. Pantun agama

Nursisto dalam buku Ikhtisar Kesusastraan Indonesia (2000:11-14) 

a. Berdasarkan isinya
  1. Pantun kanak-kanak : pantun bersukacita dan pantun berdukacita.
  2. Pantun muda : Pantun nasib/dagang dan pantun perhubungan. Pantun perhubungan terbagi lagi menjadi pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, dan pantun beriba hati.
  3. Pantun tua : pantun adat, pantun agama, dan pantun nasihat.

b. Berdasarkan banyaknya baris tiap bait
  1. Pantun dua seuntai atau pantun kilat.
  2. Pantun empat seuntai atau pantun empat serangkum.
  3. Pantun enam seuntai atau delapan seuntai, atau pantun enam serangkum, delapan serangkum (talibun). 

Abdul Rani (2006:23-27) Mengklasifikasikan Jenis-jenis Pantun Berdasarkan Isinya

  1. Pantun Anak-Anak, terdiri dari : pantun anak-anak jenaka, pantun anak kedukaan, dan pantun anak teka-teki,
  2. Pantun Muda-Mudi, terdiri dari : pantun muda mudi kejenakaan, pantun muda-mudi dagang, pantun muda-mudi cinta kasih, dan pantun muda-mudi ejekan.
  3. Pantun Tua, terdiri dari : pantun tua kiasan, pantun tua nasihat, pantun tua adat, pantun tua agama, dan pantun tua dagang

Effendi (1983:29), Membagi Pantun Menurut Jenis dan Isinya

  1. Pantun anak-anak, berdasarkan isinya dibedakan menjadi 4: pantun bersukacita, pantun berdukacita, pantun jenaka atau pantun teka-teki
  2. Pantun orang muda, berdasarkan isinya dibagi 5 : pantun dagang atau pantun nasib, pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian dan pantun beriba hati
  3. Pantun orang tua, berdasarkan isinya terbagi 3 : pantun nasihat, pantun adat, dan pantun agama 

Suroto (1989:44-45)

a. Menurut isinya, terdiri dari :
  1. Pantun anak-anak (biasanya berisi permainan)
  2. Pantun muda mudi (biasanya berisi percintaan)
  3. Pantun orang tua (biasanya berisi nasihat atau petuah)
  4. Pantun jenaka (biasanya berisi sindiran sebagai bahan kelakar
  5. Pantun teka-teki

b. Menurut bentuk atau susunannya, terdiri dari :
  1. Pantun berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait pertama dengan bait yang kedua, bait kedua dengan bait ketiga dan seterusnya. Adapun susunan kaitannya adalah baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya. 
  2. Pantun kilat, sering disebut juga karmina, ialah pantun yang terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran sedang baris kedua merupakan isi. Sebenarnya asal mula pantun ini juga terdiri atas empat baris, tetapi karena barisnya pendek-pendek maka seolah-olah kedua baris pertama diucapkan sebagai sebuah kalimat, demikian pula kedua baris yang terakhir. 

Umri dan Indriyani (2008: 125) Membagi Pantun Menurut Jumlah Barisnya

  1. Pantun kilat atau karmina, tiap bait terdiri atas 2 baris, Menurut Kaswan dan Rita (2008:107), pantun kilat adalah pantun yang hanya terdiri atas dua larik dan bersajak atau berima a- a. Larik pertama berupa sampiran dan larik kedua berupa isi.
  2. Pantun empat seuntai, pantun yang terdiri atas empat baris
  3. Talibun, pantun yang terdiri atas 6, 8, 10, 12 baris dan umumnya bersajak silang ,abc- abc, ab- cd- ab – cd dan seterusnya.


Fungsi Pantun

Menurut Maman S. Mahayana (2009) dalam buku Pantun memiliki fungsi sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar, dan melatih orang berpikir bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : [8] Pengertian Pantun Menurut Para Ahli dan [6] Jenis/Macam-macam Pantun

0 komentar:

Poskan Komentar