Materi Kuliah, Pengetahuan Umum

Close
Senin, 29 Februari 2016

Pengertian dan Perbedaan Mitosis dan Meiosis

Halo inetters or pembaca sekalian!, selamat datang. Di kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai pengertian dan perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis, langsung saja simak ulasan selanjutnya.

Apa Arti Mitosis?

Mitosis adalah reproduksi atau pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak, dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, masing-masing mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya.

Pembelahan mitosis pada makhluk hidup bersel satu, bertujuan untuk memperbanyak diri atau reproduksi, dan pada makhluk hidup multiseluler bertujuan untuk perbanyakan sel dan pertumbuhan.

Apa Arti Meiosis?

Meiosis adalah reproduksi atau pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak, dalam prosesnya terjadi pengurangan(Reduksi) jumlah kromosom. Maka dari itu meiosis dapat juga disebut pembelahan reduksi.

Pembelahan meiosis pada makhluk hidup multiseluler bertujuan untuk membentuk sel kelamin atau gamet dan jugaberfungsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunannya mempunyai jumlah kromosom yang sama.

Apa Perbedaan Mitosis dan Meiosis?

Berikut ini tabel perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis.
Aspek
Mitosis
Meiosis
Tujuan
Pada makhluk hidup bersel satu, bertujuan untuk memperbanyak diri atau reproduksi. Pada makhluk hidup multiseluler bertujuan untuk perbanyakan sel dan pertumbuhan
Pada makhluk hidup multiseluler untuk membentuk sel kelamin atau gamet. Berfungsi mengurangi jumlah kromosom agar keturunannya mempunyai jumlah kromosom yang sama
Tempat terjadi
Pada tumbuhan terjadi di jaringan meristematis, misalnya di ujung batang, ujung akar, dan kambium. Pada hewan terjadi di sel-sel somatik atau sel tubuh
Pada tumbuhan terjadi di benang sari dan putik. Pada hewan terjadi di alat kelamin
Tahap pembelahan
Terjadi lewat rangkaian tahapan, yaitu profase, metafase, anafase, telofase, dan interfase
Terjadi dua rangkaian tahapan yaitu meiosis 1 dan meiosis 2. Meiosis 1 diantaranya profase 1 (Loptonema, zigonema, pakinema, diplonema, diakenesis), metafase 1, anafase 1, dan telofase 1. Meiosis 2 diantaranya profase 2, metafase 2, anafase 2, dan telofase 2
Hasil
Dua sel anakan yang mempunyai jumlah kromosom seperti induknya (Diploid)
Empat sel anakan yang mempunyai setengah jumlah kromosom induknya (Haploid)

Tahap Pembelahan Sel Secara Mitosis

Pembelahan mitosis berlangsung secara bertahap melalui beberapa fase, yaitu: profase, metafase, anaphase, telofase, dan interfase.

a. Profase
Pada fase ini, sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala terbentuknya dua sentriol dari sentrosom, yang satu tetap berada di tempatnya, sedangkan yang satu bergerak kearah kutub yang berlawanan. Masing-masing sentriol memancarkan serabut-serabut berupa filamen yang disebut benang gelendong pembelahan yang menghubungkan sentriol satu dengan sentriol lain.

Membran inti yang masih terlihat pada profase awal kemudian segera terpecah-pecah. Butiran kromatin memanjang menjadi  benang kromatin. Benang kromatin kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom, dengan bagian yang menggenting disebut sentromer. Sentromer adalah bagian kromosom yang tidak bisa menyerap zat warna. Masing-masing sentromer mengandung kinetokor, yaitu tempat mikrotubulus terikat.

Lalu kromosom berduplikasi membujur menjadi dua bagian yang masing-masing disebut dengan kromatid. Bersamaan dengan itu, anak inti (nukleolus) mengecil dan tidak tampak atau menghilang. Dengan demikian, kromatid benang spindle (benang gelendong pembelahan) meluas keluar ke segala arah, disebut sebagai aster.

Di akhir profase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid menempel di beberapa benang spindle di kinektor. Kromosom duplikat kemudian meninggalkan daerah kutub dan berjajar di ekuator. 

 Profase

Pada sel tumbuhan yang tidak mempunyai sentriol, benang gelendong pembelahan ini terbentuk di antara dua titik yang disebut titik kutub.

b. Metafase
Metafase adalah periode selama kromosom di ekuatorial. Membran inti sudah menghilang, kromosom berada di bidang ekuator, dengan sentromernya seolah kromosom berpegang pada benang gelendong pembelahan. Pada fase ini kromosom terlihat paling jelas.

Metafase

 c. Anafase
Selama anafase, kromatid bergerak kearah kutub-kutub yang berlawanan. Kinetokor yang masih melekat pada benang spindel yang berfungsi untuk penunjuk jalan, sedangkan lengan kromosom mengikuti dari belakang. 

Anafase


d. Telofase
Pada tahap telofase, kromatid-kromatid berkumpul pada kutub-kutub yang berlawanan. Benang gelendong menghilang, kromatid memanjang kembali membentuk benang-benang kromatin. Membran inti dan nukleolus terbentuk kembali.
 Pada sel tumbuhan, di bidang ekuator terjadi pembentukan lempengan sel dari bagian tengah menuju ke luar, sedangkan pada sel hewan terjadi lekukan dari sebelah luar yang semakin lama makin ke dalam hingga sel induk terbagi menjadi dua. Kedua sel anak, masing-masing mempunyai sifat dan jumlah yang kromosom yang sama dengan induknya.  

Telofase

e. Interfase
Interfase sering disebut dengan fase istirahat, tetapi sebutan ini kurang tepat karena pada tahap ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. Pada fase ini kromosom tidak terlihat. 

Interfase

Di akhir proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang masing-masing sel anakan memiliki jumlah dan sifat kromosom yang sama dengan sel induknya. Pada pembelahan ini terjadi pembagian inti (kariokinesis) dan pembagian plasma/sitoplasma (sitokinesis). 

Tahap Pembelahan Sel Secara Meiosis

Pembelahan sel ini berlangsung melalui dua tahap melalui interfase, dikenal dengan meiosis I dan meiosis II

Tahap Pembelahan Sel Secara Meiosis


Meiosis I 
Meiosis I, tahapannya meliputi :

a. Profase I 
Tahap Profase terbagi lagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut :
  • Leptonema yaitu benang-benang kromatin menjadi kromosom.
  • Zigonema yaitu kromosom yang sama bentuknya (Homolog) berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom ini disebut bivalen.
  • Pakinema yaitu setiap bagian kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad.
  • Diplonema yaitu sentrosom membentuk dua sentriol yang masing-masing membentuk benang gelendong pembelahan. Satu sentriol tetap, sedangkan sentriol yang lain bergerak kea rah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nukleolus hilang. Empat kromatid bivalen tadi disebut tetrad dan terjerat oleh benang gelendong yang dibentuk oleh sentriol-sentriol.

b. Metafase I
Tetrad berkumpul di bidang ekuator.

c. Anafase I
Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog jadi setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah. Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak.

d. Telofase I
Kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleous muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung. Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah sehingga terbentuk 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang diduplikasi di setiap kutub. Benang gelendong lenyap, kromatid muncul kembali dan sentriol berperan sebagai sentrosom kembali. 

Meiosis II 
Meiosis II, tahapannya meliputi : 

a. Profase II
Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Membran inti dan nukleolus lenyap, kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang gelendong. 

b. Metafase II
Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Belum terjadi pembelahan sentromer. 

c. Anafase II
Kromatid terkumpul pada kutub pembelahan kemudian berubah menjadi kromatid lagi. Bersamaan dengan itu membran inti dan anak inti terbentuk kembali, dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan. 

Pada pembelahan sel meiosis terjadi dua kali pembelahan. Antara meiosis pertama dan meiosis kedua tidak terdapat interfase. Satu sel induk yang diploid (2n) menghasilkan empat sel anakan yang bersifat haploid (n). Meiosis dapat disebut pula pembelahan reduksi yang berarti terjadi pengurangan jumlah kromosomnya.

Nah, sekian pembahasan mengenai Perbedaan Mitosis danMeiosis berikut Tahapannya. Terima kasih telah berkujung di website kami.

Referensi artikel dan gambar :
BIOLOGI PERTANIAN JILID 1
Amelia Zuliyanti Siregar, dkk

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Perbedaan Mitosis dan Meiosis

1 komentar:

  1. Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
    selltiket.com
    Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
    CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

    Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
    Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
    Bergabung segera di agen.selltiket.com

    INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
    No handphone : 085365566333
    PIN : d2e26405

    Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

    BalasHapus