Materi Kuliah, Pengetahuan Umum

Close
Rabu, 24 Februari 2016

Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Tahukah kamu kwaci ? kwaci adalah sejenis makanan yang berasal dari biji tumbuhan, seperti biji bunga matahari dan biji semangka. Biji merupakan ciri khas dari tumbuhan berbiji atau Spermatophyta. Selain biji, apakah ciri-ciri umum dan klasifikasi tumbuhan berbiji? Simak ulasan berikut ini.

Pengertian Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan) adalah kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.

Tumbuhan berbiji kebanyakan hidup di darat. Namun, tumbuhan berbiji ada yang hidup mengapung di air, misalnya teratai. Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan foto autotrof.

Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)


  • Tumbuhan berbiji memiliki generasi sporofit lebih kompleks dibanding lumut dan paku. Alat perkembangbiakan terdapat pada organ bunga (kumpulan sporofil) atau berupa strobilus. Sementara itu, pada tumbuhan paku kumpulan sporofil belum membentuk bunga.
  • Sel kelamin (gamet) jantan berada dalam serbuk sari dan gamet betina berada pada kantong embrio. Proses penggabungan sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (sel telur) terjadi melalui buluh serbuk sari. Oleh sebab itu, Spermatophyta disebut juga Embryophyta Siphonogama.
  • Tumbuhan berbiji dapat dibedakan secara jelas bagian akar, batang, dan daunnya.
  • Tubuhnya tersusun dari banyak sel atau bersifat multiseluler dengan ukuran tubuhnya besar atau makroskopis dan mempunyai ketinggian bermacam-macam.
  • Tumbuhan berbiji mempunyai jaringan pembuluh yang bervariasi dan terdiri dari floem yang berfungsi untuk membawa bahan makanan yang berasal dari daun ke seluruh tubuh tanaman, serta xylem yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral dari tanah.
  • Pada umumnya, tumbuhan berbiji (kecuali tumbuhan parasit) bersifat autotrof atau dapat mensintesis makanan sendiri melalui fotosintesis. Maka dari itu, tumbuhan berbiji adalah organisme fotoautotrof.
  • Sebagian besar tumbuhan berbiji memiliki habitat di darat seperti: mangga, rambutan, dan jambu. Ada pula tumbuhan berbiji yang hidup mengapung di atas air seperti: enceng gondok.
  • Tumbuhan biji berkembangbiak secara aseksual maupun secara seksual.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Berdasarkan dengan ada tidaknya lapisan pelindung pada bakal biji, Tumbuhan berbiji dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu Sub divisi Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Sub divisi Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

1. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Ciri khas Gymnospermae (bahasa Yunani, gymnos = ‘telanjang’ dan sperma = ‘benih’ atau ‘biji’) yaitu tidak memiliki pembungkus biji (ovarium). Bakal bijinya terbuka dan terdapat pada permukaan daun buah (megasporofil).

Tumbuhan biji terbuka kebanyakan berupa tumbuhan berkayu dengan bentuk perawakan (habitus) bervariasi.Tidak mempunyai bunga yang sebenarnya (bunga mereduksi menjadi kantong serbuk sari dan bakal biji), sporofil terpisah-pisah membentuk strobilus jantan dan strobilus betina. Memiliki sistem akar tunggang dan batang tegak lurus atau bercabang-cabang.

Akar dan batang berkambium, sehingga selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Strobilus atau kerucut mengandung 2 daun buah (tempat menempel bakal biji), yaitu makrosporangium dan mikrosporangium yang terpisah satu sama lain. Penyerbukan sering terjadi dengan bantuan angin (anemogami). Serbuk sari langsung jatuh pada bakal biji, dengan jarak waktu penyerbukan sampai pembuahannya relatif panjang. Sel kelamin jantan umumnya berupa spermatozoid yang masih aktif bergerak.

Gymnospermae dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, untuk yang masih ada (hidup) sampai saat ini, yaitu terdiri dari 4 kelas diantaranya Kelas Cycadinae, Kelas Ginkyoinae, Kelas Coniferae, dan Kelas Gnetinae.


1) Kelas Cycadinae

Tumbuhan anggota kelas ini tubuhnya berkayu, mirip palem dan sedikit atau tidak bercabang. Sporofil tersusun dalam strobilus berumah dua (dalam satu strobilus terdiri dari 1 alat kelamin). Strobilus jantan sangat besar, tersusun oleh sporofil-sporofil berbentuk sisik, dan banyak mikrosporangium. Pada strobilus betina (megasporofil), sporofil berupa sisik dengan 2 bakal biji.

Kelas ini hanya mempunyai 1 bangsa, yaitu Cycadales dan 1 suku, yaitu Cycadaceae. Contohnya adalah pakis haji (Cycas rumphii) dan Dioon sp. (hidup di Amerika).


2) Kelas Ginkyoinae

Ginkyoinae sering juga disebut Ginkoinae anggotanya berupa pohon dioceus (berumah dua), memiliki tunas panjang dan pendek, daunnya bertangkai panjang membentuk kipas. Mikrosporofil (benang sari) tidak banyak dan susunan makrosporofil tidak begitu terang, dengan dua bakal biji pada tangkai yang panjang. Kulit luar pada bijinya berdaging dan kulit dalamnya keras.

Kelas ini terdiri atas bangsa Ginkyoales dan suku Ginkyoaceae. Contohnya adalah Ginkyo biloba.


3) Kelas Coniferae

Ciri utama Coniferae adalah adanya tajuk berbentuk kerucut (Coniferae berasal dari kata conus = ‘kerucut’ dan ferein = ‘mendukung’). Anggotanya bisa berupa semak, perdu, atau pohon. Dedaunannya berbentuk jarum, sehingga sering disebut pohon jarum. Tumbuhan ini berumah dua, tetapi ada juga yang berumah satu.

Kelas Coniferae terdiri dari beberapa ordo, antara lain Ordo Araucariales, Ordo Podocarpales, Ordo Cupressales, dan Ordo Pinales. Ordo-ordo tersebut umumnya disusun oleh satu suku.

Contoh anggota Ordo Araucariales adalah Agathis alba (Araucariaceae), contoh anggota Ordo Podocarpales adalah Podocapus imbricata (Podocarpaceae), dan contoh anggota Ordo Pinales adalah Pinus silvetris, Abies nordmanniana, dan Pinus merkusii (Pinaceae). Sedangkan Ordo Cupressales terdiri atas dua suku, yaitu Taxodiaceae (contohnya Sequoia gigantea) dan Famili Cupressaceae (contohnya Juniperus communis).


 4) Kelas Gnetinae

Ciri-ciri Gnetinae adalah batang berkayu (bisa bercabang atau tidak), bunganya berkelamin tunggal, dan pembuahan terjadi melalui pembentukan buluh serbuk sari. Kelas ini terbagi atas 3 ordo, yaitu Ordo Ephedrales, Ordo Gnetales, dan Ordo Welwitschiales.

Contoh anggota Ordo Ephedrales adalah Ephedra altissima (Ephedraceae). Contoh anggota Ordo Gnetales adalah melinjo (Gnetum gnemon) yang merupakan anggota suku Gnetaceae. Tumbuhan yang banyak dibudidayakan ini umumnya memiliki stobilus jantan dan betina yang terdapat dalam satu pohon (berumah satu). Sedangkan contoh anggota Ordo Welwitschiales adalah Welwitschia bainesii (Welwitschiaceae).


1. Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Angiospermae (bahasa Yunani, angieo = ‘botol’, sperma = ‘biji’). Berbeda dengan Gymnospermae, tumbuhan anggota Angiospermae memiliki biji yang dilindungi oleh bakal buah. Anggotanya bisa berupa tumbuhan berkayu atau berbatang basah (herba), memiliki susunan dan bentuk bunga bermacam-macam. Mikrosporangia terdapat pada mikrosporofil yang dinamakan benang sari.

Berdasarkan bagian-bagiannya, bunga Angiospermae dibedakan menjadi bunga lengkap dan tidak lengkap. Bunga lengkap mempunyai perhiasan bunga yang lengkap, yaitu kelopak dan mahkota. Bunga tak lengkap tidak memiliki salah satu dari mahkota atau kelopak. Sementara itu, berdasarkan alat kelaminnya, bunga Angiospermae dibagi menjadi bunga sempurna dan bunga tak sempurna.

Bunga sempurna memiliki alat kelamin betina (putik) dan alat kelamin jantan (benang sari), sedangkan bunga tak sempurna hanya memiliki satu alat kelamin (putik atau benang sari saja).

Anggota Subdivisi Angiospermae dibagi berdasarkan jumlah daun lembaganya (cotyledon) menjadi dua kelompok, yaitu monocotyledoneae dan dicotyledoneae.


1) Kelas Monocotyledoneae (Monokotil)

Tumbuhan monokotil memiliki cirri umum yaitu bijinya memiliki satu daun lembaga yang berguna untuk menyerap zat makanan dari endosperma pada saat biji berkecambah. Ciri lainnya yakni bunganya mempunyai bagian-bagian yang jumlahnya berkelipatan 3. Daunnya tunggal dan memiliki tulang daun sejajar atau melengkung.

Tumbuhan ini mempunyai sistem akar serabut. Kebanyakan berbatang basah, tetapi beberapa juga merupakan tumbuhan berkayu. Batang tidak bercabang, memiliki buku-buku dan ruas-ruas yang jelas. Batang dan akar tumbuhan monokotil tidak berkambium, jadi tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Tumbuhan monokotil dibedakan menjadi beberapa ordo. Contoh ordo yang memiliki anggota yang hidup di air adalah Alismatales, yaitu Hydrilla verticillata. Ordo lain dari tumbuhan monokotil adalah Bromeliales. Bromeliales terdiri dari beberapa famili, antara lain Bromeliaceae contohnya nanas (Ananas sativus), Commelinaceae (contohnya Rhoeo discolor), dan Pontederiaceae contohnya enceng gondok (Eichornia crassipes).

Ordo Liliales ialah tumbuhan monokotil yang memiliki beberapa suku, antara lain Liliaceae, Amaryllidaceae, dan Dioscoreaceae. Contoh Liliaceae yaitu bawang putih (Alliun sativum), bawang merah (Allium cepa), lidah buaya (Aloe vera), dan tulip (Tulipa gesneriana).

Ordo Arecales adalah ordo yang beranggotakan beberapa jenis tanaman yang mudah di jumpai di sekitar kita. Contohnya adalah Zalacca edulis atau salak dan Cocos nucifera atau kelapa. Keduanya merupakan anggota suku Arecaceae. Contoh lainnya adalah Colocasia esculenta atau talas (Araceae).

 Beberapa ordo yang lain adalah Pandanales, Cyperales, Orchidales, Poales, dan Zingiberales. Contoh anggota Ordo Pandanales adalah pandan wangi (Pandanus amaryllifolius), contoh anggota Ordo Cyperales adalah rumput teki (Cyperus rotundus), contoh anggota Ordo Orchidales adalah anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis), contoh anggota Ordo Poales adalah jagung (Zea mays) dan bambu duri (Bambusa spinosa), dan contoh anggota Ordo Zingiberales adalah kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber offi cinale).


2) Kelas Dycotiledoneae (Dikotil)

Kelas dikotil mempunyai ciri-ciri umum, yaitu saat biji berkecambah, biji memiliki dua daun lembaga yang terbelah menjadi dua bagian. Ciri lainnya yaitu bagian-bagian bunga berkelipatan 2, 4, atau 5. Daunnya tunggal atau majemuk dan memiliki tulang daun menjari atau menyirip.

Tumbuhan dikotil memiliki sistem akar tunggang, dapat berupa tumbuhan semak, herba, atau pohon. Batang bercabang dengan buku-buku dan ruas-ruas tidak jelas. Batang dan akar tumbuhan dikotil berkambium (di antara xilem dan floem), sehingga mengalami pertumbuhan sekunder atau tumbuh membesar.

Berdasarkan susunan dan ada tidaknya perhiasan bunga (mahkota dan kelopak), kelas dikotil dibedakan menjadi tiga subkelas, yaitu Subkelas Monoklamida, Subkelas Dialypetala, dan Subkelas Sympetala.

Subkelas Monoklamida (Monochlamydae atau Apetalae), merupakan golongan tumbuhan tanpa perhiasan bunga atau tidak dapat dibedakan antara mahkota dan kelopaknya. Kalaupun ada, perhiasan bunganya hanya satu macam, sehingga disebut Monochlamydae (mono = ‘satu’ dan chlamidos = ‘mantel’ atau ‘selubung’). Pada umumnya, perhiasan bunga yang ada adalah kelopak, sehingga disebut pula Apetalae (a = ‘tidak’ dan petala = ‘daun mahkota’).

Beberapa ordo anggota Monochlamidae adalah Urticales, Piperales, Polygonales, dan Caryophyllales. Contoh anggota Ordo Urticales yaitu nangka (Artocarpus integra) dan beringin (Ficus benjamina). Keduanya merupakan anggota suku Moraceae. Ordo Piperales, contohnya yaitu suku Piperaceae, seperti lada (Piper nigrum) dan sirih (Piper betle). Ordo Polygonales hanya memiliki 1 suku, yaitu Poligonaceae dengan contoh jenisnya yaitu air mata pengantin (Antigonon leptopus). Dan contoh anggota Ordo Caryophyllales (Centrospermae) yaitu berbagai jenis bayam (Amaranthaceae) dan Mirabilis jalapa atau bunga pukul empat (Nyctaginaceae).

Subkelas Dialypetala (Dialypetalae), adalah golongan tumbuhan berbiji  yang memiliki bagian-bagian perhiasan bunga (mahkota dan kelopak) terpisah satu sama lain. Pada umumnya menunjukkan perhiasan bunga yang lengkap. Subkelas ini terdiri atas beberapa ordo, antara lain Ordo Rosales, Ordo Malvales, Ordo Ranales, Ordo Parietales, Ordo Myrtales, dan Ordo Rutales.

Ordo Rosales contoh anggota yaitu bunga merak atau Caesalpinia pulcherrima (famili Caesalpiniaceae) dan orok-orok (Crotalaria sp.) dan kacang tanah atau Arachis hypogaea (famili Papilionaceae). Contoh anggota Ordo Malvales yaitu bunga sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis (famili Malvaceae), dan contoh Ordo Ranales (Polycarpicae) adalah sirsak (Annona muricata) dan srikaya atau Annona squamosa (famili Annonaceae).

Contoh lainnya adalah yang merupakan anggota Suku Magnoliaceae, seperti cempaka putih (Michelia alba) dan cempaka kuning (Michelia champaca). Markisa (Passifl ora foetida) adalah contoh anggota Ordo Parietales, yaitu dari Suku Passifloraceae. Contoh Ordo Myrtales adalah jambu biji (Psidium guajava), dan contoh anggota Ordo Rutales adalah jeruk atau Citrus sp. (famili Rutaceae).

Subkelas Simpetala (Sympetalae), adalah golongan tumbuhan berbiji yang berbunga lengkap dan memiliki bagian-bagian perhiasan bunga yang saling melekat satu sama lain. Subkelas ini terdiri atas beberapa ordo, misalnya Ordo Apocynales, Ordo Asterales, Ordo Cucurbitales, Ordo Ebenales, Ordo Rubiales, dan Ordo Solanes.

Allamanda cathartica (Apocynaceae), Catharanthus roseus dan melati atau Jasminum sambac (famili Oleaceae) adalah contoh anggota Ordo Apocynales. Contoh anggota Ordo Asterales adalah bunga matahari (Helianthus annus) dan kenikir atau Cosmos caudatus (famili Asteraceae). Semangka (Citrullus vulgaris) adalah contoh anggota Ordo Cucurbitales dan sawo bludru (Chrysophyllum cainito) adalah contoh anggota Ordo Ebenales. Contoh anggota Ordo Rubiales adalah Ixora paludosa atau bunga soka (Rubiaceae). Dan Ordo Solanes contohnya yaitu kentang (Solanum tuberrosum), terong (Solanum melongena), tomat (Solanum lycopersicum), kecubung (Datura metel), dan cabe (Capsicum sp.), yang berasal dari Suku Solanaceae. Contoh lainnya yakni jati atau Tectona grandis (famili Verbenaceae) dan leng-lengan atau Leucas lavandulifolia (famili Labiateae).

Referensi artikel :
Biologi SMA/MA Kelas X
Sri Widayati, Siti Nur Rochmah, Zubedi

Id.Wikipedia.Org

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian, Ciri-ciri, dan Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

0 komentar:

Poskan Komentar