Materi Kuliah, Pengetahuan Umum

Close
Kamis, 19 November 2015

Pengertian dan Contoh Majas Metafora (Contoh Puisi/Kalimat)

Halo inetters sekalian, pada postingan ini akan dibahas tentang pengertian majas metafora dan contoh puisi dan kalimat yang mengandung majas metafora, langsung saja berikut ini pembahasannya.

Pengertian dan Contoh Majas Metafora (Contoh Puisi/Kalimat)

Definisi/Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Metafora menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contohnya kata "Tulang Punggung" atau pada kalimat "Gadis itu adalah tulang punggung keluarga".

10 Contoh Kalimat yang Mengandung Majas Metafora

  1. Para teroris itu sekarang sedang berada di meja hijau. Artinya para teroris yang sedang berada di pengadilan.
  2. Tersangka korupsi itu dipastikan tinggal selama 10 tahun di jeruji besi. Artinya tersangka korupsi itu dipastikan terkena hukuman 10 tahun penjara.
  3. Kau harus bisa berlapang dada. Artinya seseorang yang harus bisa menerima kenyataan.
  4. Budi membanting tulang dari pagi hingga malam. Artinya Budi bekerja keras
  5. Andi memata-matai Indi yang sedang bersama cowok lain. Artinya Andi mengintai Indi. 
  6. Isyana Sarasvati adalah keturunan darah biru. Artinya Isyana Sarasvati adalah keturunan raja atau bangsawan.
  7. Pak Tarno membanting harga satenya agar laris. Artinya Pak Tarno menjual satenya dengan harga murah.
  8. Dono membuat Doni naik darah. Artinya Dono membuat Doni marah.
  9. Dono adalah kaki tangan Doni. Artinya Dono merupakan anak buah/bawahan Doni.
  10. Wanita itu ternyata telah memiliki buah hati. Artinya Wanita tersebut sudah memiliki anak.

Contoh Puisi yang Mengandung Majas Metafora

7 Alasan Mencela Diriku

Puisi By : Kahlil Gibran

Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku,
pertama kali ketika aku melihatnya lemah,
padahal seharusnya ia bisa kuat.

Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket
dihadapan orang yang lumpuh

Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah
ia memilih yang mudah

Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri
dengan mengatakan bahawa semua orang juga melakukan kesalahan

Kelima kali, ia menghindar kerana takut, lalu mengatakannya sebagai sabar

Keenam kali, ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk
padahal ia tahu, bahawa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai

Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat

Dari contoh puisi di atas bisa dilihat ada kalimat yang mengandung gaya bahasa/majas metafora contohnya "Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku", di sini berarti si penyair/orang yang membacakan puisi pernah merendahkan diri atau menjelekkan dirinya sendiri sebanyak tujuh kali, mencela diriku bisa berarti merendahkan diri.

Referensi : 
PUTIKA (Puisi Tiga Kata): Teori dan Konsep (Oleh Indra Intisa)
http://www.lokerpuisi.web.id/2011/11/7-alasan-mencela-diriku.html

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Contoh Majas Metafora (Contoh Puisi/Kalimat)

0 komentar:

Poskan Komentar